Bimbingan Konseling

PROGRAM BIMBIBINGAN KONSELING

SEKOLAH DASAR AL-IRSYAD BANGIL

1. PENDAHULUAN

Pendidikan yang diamanatkan oleh GBHN kepada semua lembaga pendidikan di Indonesia adalah menjadikan manusia Indonesia seutuhnya. Tidak hanya menjadikan manusia yang cerdas dan trengginas, namun juga bertakwa dan berakhlak mulia. Amanat ini dijabarkan lebih tersurat lagi dalam Kurikulum Nasional kita. Dimana dengan jelas dijabarkan kedalam 4 Kompetensi.

Berakhlak mulia yang jelas tersirat merupakan sikap batin dan sikap lahir  yang  “benar”  dari seorang manusia dalam menghadapi setiap takdir yang harus ia jalani. Istilah “Berakhlak Mulia” lebih cocok digunakan dari pada istilah karakter, karena ini merupakan term agama yang memiliki pembahasan yang sangat lengkap tetang pembinaan perilaku manusia.  Hanya pencipta manusialah yang paling memahami manusia, yaitu Allah swt. Namun karena keterbatasanlah yang menyebabkan masih banyak menggunakan literatur   dari bidang psikologis dalam pelaksanaanya. Tapi masih akan dibatasi oleh kaidah fiqih dalam Islam.

Salah satu program yang sudah lama diterapkan di lembaga sekolah adalah program Bimbingan Konseling. Program ini merupakan langkah kuratif terhadap perilaku salah. Padahal kita semua tahu bahwa tindakan preventif itu jauh lebih efektif dari pada tindakan kuratif. Atas dasar itu, maka tindakan preventif akan menjadi program BK SD Al-Irsyad.

Bimbingan konseling adalah suatu upaya bantuan yang diberikan kepada individu yang mempunyai masalah secara berkelanjutan supaya individu tersebut dapat mengatasi masalahnya sendiri sehingga ada perubahan tingkah laku pada individu tersebut.

Erickson menamakan tahapan psikososial siswa SD sebagai periode Laten. Dimana pada tahap ini anak mengembangkan egonya untuk bisa seperti teman sebayanya. Ego ini dibarengi dengan tingginya motivasi untuk mengembangkan semua potensi diri, di ranah kognitif, pskomotor, dan afektif.  Jika anak mampu mengembangkan potensinya maka akan muncul percaya diri. Namun jika tidak akan muncul rendah diri. (2)

Sedang Piaget mengklasifikasikan  perkembangan kognitif  anak usia 7-11 tahun masuk kedalam kelompok operasional kongkrit . ”Pada umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami operasi logis dengan bantuan benda benda konkrit. Kemampuan ini terwujud dalam memahami konsep kekekalan, kemampuan untuk mengklasifikasikan dan serasi, mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objektif. Anak pada tahap ini sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika, tetapi hanya objek fisik yang ada saat ini (karena itu disebut tahap operasional konkrit). Namun, tanpa objek fisik di hadapan mereka, anak-anak pada tahap ini masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas-tugas logika.” (1) Kedua tahapan perkembangan pskologis tersebutlah yang akan menjadi perhatian dalam program BK ini.

Seperti yang telah diketahui bahwa setiap siswa memiliki sifat bawaan, potensi, dan lingkungan rumah yang berbeda-beda. Ini akan memunculkan perilaku dan masalahnya yang berbeda antara siswa satu dan yang lainnya. Ada yang hanya memiliki masalah kesulitan belajar atau hanya masalah dalam berperilaku saja. Ada yang memiliki kedua masalah tersebut. Dan ada juga yang memiliki masalah yang lain. Masalah-masalah tersebut dapat berasal dari keluarga, lingkungan maupun dari diri sendiri.  Namun diantara semua faktor keluargalah yang merupakan  faktor paling yang paling dominan.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan bimbingan adalah memahami siswa secara keseluruhan. Dalam hai ini, guru dituntut untuk mengetahui riwayat keluarga dan  setiap siswa agar guru dapat memperoleh cara untuk menghadapi siswa yang bermasalah. Maka dari itu perlu adanya pengumpulan data terhadap siswa. Dengan data yang lengkap, guru akan dapat memberikan layanan bimbingan kepada siswa secara tepat atau terarah.

Selain itu yang paling penting dari program preventif dan kuratif BK ini adalah pelibatan orang tua atau wali murid sejak dini. Karena merekalah penanggung jawab dalam masalah pendidikan  anak. Sedangkan guru atau pihak lain hanyalah membantu, setelah mendapat limpahan wewenang dari mereka. Dan doa orang tua terutama ibu, dan guru yang akan didengar Allah.

2. NAMA PROGRAM

“BIMBINGAN KONSELING”

3. TUJUAN

Tujuan diadakan program bimbinga konseling adalah :untuk membantu siswa agar dapat mencapai tugas – tugas perkambangan yang meliputi aspek pribadi sosial, pendidikan dan karier sesuai dengan tuntutan lingkungan ( Depdikbud, 1994b dalamSetiawati 2007) Serta membantu siswa agar dapat:

  1. Memiliki pemahaman diri;
  2. Mengembangkan sikap positif;
  3. Membuat pilihan kegiatan secara sehat;
  4. Mampu menghargai orang lain;
  5. Memiliki rasa tanggungjawab;
  6. Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi;
  7. Menyelesaikan masalah;
  8. Membuat keputusan secara baik

4. FUNGSI BIMBINGAN KONSELING

Fungsi bimbingan dan Konseling di sekolah dasar tidak hanya menyangkut penghayatan yang lebih luas. Sekolah mempunyai tanggungjawab yang luas, yakni menyediakan kesempatan – kesempatan bagi anak didik untuk dapat berkembang secara efektif. Oleh sebab itu program bimbingan harus dirancang untuk :

  1. Mencegah terjadinya masalah pada diri siswa;
  2. Memberikan bantuan yang mengalami kesulitan dalam belajar;
  3. Mengenali siwa – siswa yang mengalami kesulitan yang mendalam agar diadakan usaha – usaha penyembuhan secara lebih tepat;
  4. Bertindak sebagai alat untuk memudahkan komunikasi antara rumah tangga dan sekolah;
  5. Menyediakan informasi tentang perkembangan siswa, sekolah, proses belajar dan kurikulum bagi para orang tua siswa;
  6. Memperkenalkan siswa tentang sekolah dan menyiapkan mereka untuk memasuki sekolah yang lebih tinggi;
  7. Menyediakan kesempatan bagi individu siswa yang membutuhkan bantuan untuk mengikuti konseling dan mendapatkan informasi pendidikan
  8. Memberikan bantuan dalam penempatan siswa dalam kelas – kelas yang sesuai;
  9. Bekerjasama dengan lembaga – lembaga lain dalam mengkoordinasi program kesehatan mental siswa

5. CAKUPAN MASALAH –MASALAH BELAJAR SISWA DI SD AL-IRSYAD

  1. Masalah masa-masa peralihan awal anak-anak keremaja
  2. Masalah konsentrasi siswa saat belajar
  3. Masalah prilaku siswa saat belajar
  4. masalah kemampuan siswa dalam proses penyerapan informasi dan pelajaran.
  5. Masalah pr
  6. Pobia dengan salah satu mata pelajaran
  7. Masalah absensi siswa
  8. Masalah orang tua

6. WAKTU DAN JENIS PELAKSANAAN

  • PELAYANAN KONSELING
  1. Rutin/terstruktur

(1). Wajib Baca

(2). Upacara Bendera

(3).   Pemeriksaan Kesehatan

(4).   Baca ke Perpustakaan

(5).   Sholat berjamaah dan sholat Jum’at

  1. Spontan

Membiasakan adab Islam terhadap:

  • Adab mencari Ilmu
  • Guru dan Orang yang lebih tua
  • Teman dan sesama
  • Lingkungan
  1. Kegiatan Teladan

(1).  Memberikan contoh akhlakul karimah

  1. 4. Kegiatan terprogram

(1).   Seminar/Workshop

(2).  Kunjungan : Pantiasuhan, tempat terkena musibah dan lain-lain

`           (3).   Proyek: lomba, pentas, bazar dan lain-lain

(4).   Pondok Ramadhan

  • BIMBINGAN KONSELING
  1. Pelajaran

(1). Pada saat proses belajar mengajar

  1. Pribadi

(1). Pada saat proses belajar mengajar

  1. Sosial

(1). LDKK

(2). Pondok Ramadhan

(3). Home Visit

7. PENUTUP

Program Bimbingan dan Konseling dibuat agar dapat mencegah masalah-masalah yang akan terjadi kepada siswa dan supaya siswa di berikan Bimbingan dan Konseling sesuai dengan perkembangan usianya. Pada jenjang pendidikan dasar, layanan bimbingan di sekolah dasar bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tugas – tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi sosial, pendidikan dan karier sesuai  dengan tuntutan lingkungan. Sehingga Bimbingan dan Konseling ini dapat diterima secara efektif oleh siswa.

Masalah belajar timbul karena ada sesuatu hal yang melatar belakanginya dan banyak sekali faktor yang menjadi penyebab timbulnya masalah-masalah belajar pada anak. Untuk mengatasi masalah-masalah yang ada, diperlukan program BimbingandanKonseling.